Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan dengan Metode Bercerita

Pembelajaran dikatakan ideal apabila pembelajaran dapat membangkitkan motivasi anak didik. Termotivasi dalam berkarya, berkreasi serta meningkatkan keterlibatannya dalam belajar. Sejak pandemi Covid-19, kurikulum mengalami perubahan meyesuaikan kondisi lingkungan. Tidak bolehnya berkerumun serta dilarangnya pertemuan tatap muka di ruang kelas merupakan salah satu masalah pelik dalam pendidikan. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap proses adaptasi anak didik.

Read More

Dalam pendidikan, tercapainya pembelajaran dibutuhkan peran guru. Salah satu peran guru bisa berupa membantu anak didik dan menyemangatinya. Disitu guru berperan sebagai motivator dan fasilitator. Materi ajar yang disampaikan kepada murid harus dilakukan dengan metode bervariasi, harapannya agar materi dapat diserap dengan baik oleh anak didik.

Salah satu pendukung utama keberhasilan pembelajaran, indikasinya dari cara penyampaian materi yang disebut dengan metode. Triyo Supriyatno, M.Ag. menyinggung problem ini dalam bukunya yang berjudul Humanitas Spiritual dalam Pendidikan (2009:25) “Metode merupakan cara yang digunakan pendidik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan”. Dalam proses pembelajaran metode sangat penting. Ia merupakan cara yang digunakan dalam menyampaikan pembelajaran.

Guru diharapkan mengenal metode pembelajaran yang lebih kreatif untuk menunjang keberhasilan pendidikan. Selaras dengan tujuan pendidikan di Indonesia, “Mencerdaskan kehidupan bangsa”, maka jelas tugas guru ialah mencerdaskan anak didik dengan berbekal pengetahuan. Penyampaian pnegetahuannya dengan menggunakan metode pembelajaran.

Dalam pembelajaran, penggunaan metode harus disesuaikan tingkat kesesuaian antara materi dengan metode. Karena tidak mungkin jika pelajaran matematika menggunakan metode demonstrasi. Salah satu metode yang dapat meningkatkan imajinasi anak/peserta didik ialah dengan cerita. Cerita dapat melampaui imajinasi anak didik.

Teknik Bercerita

Ketepatan seorang guru dalam menerapkan metode tidak menghambat proses pembelajaran. Untuk itu perlu teknik khusus dalam penerapannya, guna menarik perhatian dan memotivasi siswa mengikuti pembelajaran. Diantara teknik-teknik yang perlu diketahui: Membaca langsung dari buku cerita, bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar dari buku, bercerita dengan menggunakan papan flannel, bercerita dengan menggunakan media boneka, bermain peran dalam suatu cerita, bercerita dengan menggunakan ibu jari (sambil memainkan ibu jari).

Dari sekian teknik tersebut dapat kita pilih salah satunya tergantung dari minat siswa. Dalam hal ini guru biasanya lebih tahu metode mana yang lebih dominan disenangi siswa. Salah satu cirinya dengan melihat nilai tugas siswa secara rata-rata. Bisa juga dengan melihat seberapa antusias siswa dalam mengikuti materi. Waallhu a’lam


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.