Dunia Pendidikan: Tips Mengenal Program Remedial Dalam Pembelajaran

Dalam pembelajaran, kita sering mengenal istilah remedi. Di bangku sekolah, ketika nilai siswa tidak mencapai nilai rata-rata, salah satu penyelamat ialah dengan remedial. Mengenal kata remedial berasal dari bahasa Inggris “remedy” artinya obat, memperbaiki, menolong, membetulkan, ataupun membuat menjadi baik. Kemudian makna istilahnya, menurut Abdul Majid yang merujuk salah satu pendapat dalam Webster’s New Twentieth Century Dictionary, maknanya yaitu segala usaha atau tindakan yang dilakukan memiliki keterkaitan untuk suatu perbaikan (Abdul Mujid, 2017). Jadi, tindakan penyembuhan atau untuk memperbaiki masalah-masalah yang dihadapi peserta didik dengan tujuan supaya mereka dapat mencapai hasil belajar sesuai standar kompetensi, itulah remedi.

Read More

Kita sering mengenal, penerapan remedy selalu dilakukan setelah ujian semester dilakukan. Pada saat nilai-nilai peserta didik diketahui, lulus atau tidaknya. Penerapannya dilakukan oleh masing-masing guru. Remedy merupakan wewenang guru dari hasil belajar peserta didik. Ada yang ujian ulang, ada pula yang hanya memberikan tugas.

Hasil belajar merupakan bagian urgen dalam pendidikan. Dari hasil belajar tujuan instruksional dapat diketahui. Telah mencapai standar atau tidak. Standar kelulusan masing-masing materi berbeda-beda, sesuai kebijakan masing-masing guru, matematika misalnya standar nilainya 65, sedang materi Bahasa Indonesia 70. Masing-masing peserta didik harus mencapai batas nilai tersebut. Untuk mengetahui lebih dekat, kita bisa mengetahui ciri-cirinya.

Ciri-Ciri Pengajaran Remedial

Dilihat dari ciri-cirinya pengajaran remedial terdapat perbedaan dengan pengajaran biasa pada umumnya, misal: Pengajaran biasa itu belajar di kelas dengan semua siswa dan turut serta berpartisipatif, sedngkan pengajaran remedial dilakukan setelah diketahui kesulitan belajar dan kemudian diberikan pelayanan khusus sesuai dengan jenis, sifat, dan latar belakangnya.

Perbedaan lainnya, pengajaran biasa bertujuan untuk mencapai TIK yang ditetapkan sesuai kurikulum yang berlaku, sedang pengajaran remedi itu TIK disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Beberapa perbedaan tersebut terlihat lebih jelas antara pengajaran biasa dnegan pengajaran remedi.

Pendekatan dan Metode Pembelajaran Remedial

Setelah memahami ciri-ciri pengajaran remedial, kita juga penting mengetahui cara-cara penerapan pengajaran remedial. Dalam melakukan program remedial, terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, di antaranya:

Pertama, Pendekatan yang bersifat kuratif. Pendekatan kuratif dilakukan karena terdapat problem yang kenyataannya peserta didik tidak mampu mneyelesaikan program sesuai dengan kriteria dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya sebagai suatu solusi maka dapat menggunakan pendekatan pengulangan, pengayaan, atau percepatan (akselerasi).

Kedua, Pendekatan yang bersifat preventif. Pendekatan preventif dilakukan kepada siswa yang mengalami problem berdasarkan prediksi mengalami kesulitan dalam menyelesaikan program studi tertentu yang ditempuhnya. Salah satu bentuk pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya ialah: keompok belajar homogeny, individual, atau kelompok dengan kelas remedial.

Ketiga, Pendekatan yang bersifat pengembangan. Pendekatan ini hanya dapat dilakukan oleh guru ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Oleh Karena itu, perlu peranan bimbingan dan penyuluhan supaya tujuan dapat tercapai sebagaimana yang telah dirumuskan. Adapun metode-metode yang dapat dilakukan sebagaimana problem yang terjadi sebagai tindak lanjut atau perbaikan, di antaranya: metode pemberian tugas, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, tutor sebaya, pengajran individual (Abdul Majid, 2017).

Selanjutnya, metode manakah yang tepat diterapkan oleh guru sebagai langkah perbaikan? Metode-metode yang tepat sebagaimana yang telah disebutkan memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karenanya, untuk mengukur kefektifan suatu metode, guru harus dapat memilih metode yang tepat serta sesuai supaya pembelajaran dapat berjalan secara efektif.

Pelaksanaan Pogram Remedial

Dalam pelaksanaan pembelajaran remedial problem pertama yang selalu muncul ialah “bagaimana guru menangani siswa yang lamban atau yang mengalami kesulitan mencapai kompetensi (KD)?” sebagai solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi problem tersebut terdapat dua cara yang dpaat dilakukan oleh guru, yaitu: a) Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan kepada siswa yang belum atau mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi (KD), b) Pemberian tugas-tugas atau perlakuan secara khusus yang bersifat penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran reguler kepada siswa. Penyederhanaan yang dimaksud, dapat dilakukan dengan beberapa langkah, di antaranya: 1) Penyederhanaan isi atau materi pembelajaran untuk KD tertentu. 2) Penyederhanaan cara penyajian, semisal memberikan rangkuman yang sederhana, dan lainnya. 3) Penyederhanaan soal atau pertanyaan yang akan diberikan (Abdul Majid, 2017).

Sebelum memberikan penerapan pengajaran remedial, penting memperhatian beberapa prinsipnya, diantaranya: Interaktif, adaptif, fleksibilitas, kesinambungan dan feedback yang dilakukan segera (Umum B. Karyanto, 2011). Jadi, penerapan remedial tidak asal-asal, pendidik harus memeprhatikan langkah-langkahnya terlebih dahulu. tujuan pembeljaran tercapai secara tidak langsung merupakan  bagian dari pencapaian tujuan nasional.masalah pendidikan harus diatasi dengan menggunaka metode sesuai kaidah dan memperhatikan kondisi psikis peserta didik.     

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Penilaian Autentik: Proses dan Hasil Belajar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.