Stres Akademik dan Penanganannya

Pandemi covid-19 merubah segalanya dengan adanya kebijakan Lock Down yang diterapkan pemerintah sejak awal pandemi menyebar di beberapa kota besar di seluruh Indonesia membuat semua aktivitas pada sektor ekonimi, pendidikan dan bidang lainya. Hal ini menyebabkan kegiatan pendidikan tidak bisa dilakukan tatap muka atau secara langsung, mengingat penularan virus covid-19 semakin meningkat, oleh karena itu apa solusi untuk menjawab semua permasalahan yang ada dan bagaimana nasib para pelajar di Indonesia? Apakah mereka mempunyai masalah dalam pembelajaran online? Bagaimana dengan tugas yang terlalu banyak dibebankan kepada siswa?

Stres Akademik menurut Olejnik dan Holschu stress akademik merupakan respon yang muncul karena terdapatnya ketegangan yang disebabkan oleh tuntutan akademik yang harus dikerjakan oleh seorang indivudu. Kesimpulanya adalah ketidak samaan antara tuntutan yang diberikan oleh pengajar dengan kualitas atau kemampuan pelajar sehingga peserta didik terbebani oleh tututan tersebut dan menyebabkan stres akademik. Adapun eberapa faktor faktor yang mempengaruhi sters akademik faktor internal berasal dari pola fikir individu, keperibadian dan keyakian. Faktor eksternal berasal dari pelajaran yang padat, tuntutan untuk berprestasi dan status sosial

Read More

Pada masa pandemi ini jumlah pelajar yang mengalami stres akademik kemungkinan bertambah banyanyak mengingat pembelajaran online atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang tidak efektif karena sangat terbatas dan banyak sekali pengajar dan pelajar yang belum siap dalam menjalakan pembelajaran online ini mengingat fasilitas sekolah dan  pelajar yang sangat terbatas. Akibatnya banyak pelajar yang kesulitan dalam menerima materi karena fasilitas untuk mengikuti pembelajaran online terbatas, selain itu permasalahan di dunia online juga menjadi PR para pengajar dengan maraknya Game Online yang membuat pelajar malas untuk menikuti pemebelajaran online dan memilih untuk bermain Game online.

Banyak sekali gejala gejala sters akademik diantaranya adalah

  • Gejala emosi dengan adanya tuntututan yang berat maka pelajar akan merasa depresi, cemas dan gelisah.
  • Gejala fisik ditandai dengan kehilangan ernergi untuk belajar, sakit kepala dan susah tidur.
  • Gejala perilaku kecenderungan menyendiri, cemberut, tidak ceria bahkan bisa saja berbuat brutal.

Sikap stress akademik dapat memberikan dampak negarif kepada peserta didik seperti prestasi menurun, minat untuk belajar menurun, perilaku menyimpang bahkan ia tidak mau untuk sekolah lagi, nah banyak sekali para pendidik yang tidak memperhatikn hal ini berapa juata anak sekolah yang tidak melanjutkan sekolahnya karena takut dengan mata pelajaran disekolah contohnya matematika dan bahasa inggris yang membuat peserta didik terbebani dan mengalami stress akademik. Oleh karena itu sudah saatnya proses kegiatan belajar mengajar disekolah harus berinovasi dalam membangun sistem pembelajaran yang menyenangkan dan efektif apalagi sekarang dimasa pandemi ini pendidik dituntut untuk selalu kreatif dalam mendampingi peserta didik supaya materi pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.