Tips Menciptakan Suasana Kelas yang Menarik dan Supportif

Oleh: Herlina 

Dalam dunia pendidikan, kita sering menemukan banyak komentar orang tua wali dan peserta didik mengeluh terhadap proses belajar anaknya di sekolah. Lebih-lebih mereka enggan mengikuti materi dari awal hingga selesai materi. Sering pula di bangku sekolah kita menemukan peserta didik yang sengaja bolos tidak mengikuti materi, alasannya karena tidak tertarik. Hal ini tentu problem yang harus dicarikan solusinya. Kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh Guru?

Read More

Menghadapi problem pada peserta didik agak memusingkan kepala. Bagi guru ini adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan dan dicari obat atau solusinya. Menciptakan suasana kelas yang menarik gampang-gampang susah, asalkan Guru mau berusaha dan belajar terhadap kekurangannya.

Obatnya ialah dengan metode dan Strategi pembelajaran yang menarik. Sejatinya semua materi itu sama. Beberapa hal yang membuatnya menarik yaitu cara guru dalam menyampaikan materi. Cara tersebut disebut dengan metode pembelajaran dan strategi pembelajaran. Metode artinya cara, sedangkan strategi artinya pendekatan.

Metode Pembelajaran

Dalam pendidikan kita mengenal istilah metode pembelajaran. Metode pembelajaran banyak ragamnya, diantaranya: Metode ceramah, metode demosntrasi, metode tanya jawab, metode diskusi, metode karyawisata, metode studi kasus dan banyak lainnya. Banyaknya metode dapat difungsikan oleh guru dalam menyampaikan pembelajaran.

Salah satu fungsi dari digunakannya metode yaitu pemelajaran menajdi lebih menarik dan memunculkan semangat belajar peserta didik. Perhatian peserta didik akan terfokus ke guru. Sering muncul pertanyaan, metode apa saja yang tepat digunakan dalam penyampaian materi?

Banyak cara dapat dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, termasuk metode pebelajaran. Tingkat kesulitan materi berbeda-beda. Misal Matematika dan materi PPKN atau Kewarganegaraan. Bagi peserta didik yang suka Matematika sangat mudah penyampainnya. Namun bagi peserta didik yang tidak tertarik belajar tingkat kesulitannya berbeda. Inilah pentingnya menggunakan ragam metode pembelajaran dalam setiap pertemuan. Semakin banyak metode yang digunakan semakin efektif pula penyampaian materi tersebut.

Banyak guru yang enerapkan metode ceramah dan penugasan, metode ini bisa dsebut metode tradisional dan akan membosankan. Berbeda dengan metode yang lebih dari 2, misal dalam penerapannya menggunakan 5 metode di materi Algoritma, terdiri dari metode ceramah, penugasan, diskusi, tanya jawab, dan metode bercerita. Materi Matematika tidak akan monoton dan membosankan. Peserta didik akan lebih bersemangat dan beratusias mengikuti materi dari awal hingga akhir. Salah satu ciri-ciri peserta didik berantusias mengikuti materi, pandangan mereka terpusat pada guru, tidak mengantuk pada saat jam pelajaran berlangsung.  

Strategi Pembelajaran 

Selain metode pembelajaran, terdapat pula strategi pembelajaran. Strategi merupakan rencana atau usaha yang didesain untuk penyampaian materi pembelajaran, di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan-kegiatan. Macam-macamnya banyak, diantaranya: Strategi  Kooperatif, Inkuiri, Ekspositori, dan lainnya.

Strategi Inkuiri merupakan strategi yang di dalmanya terdapat kegiatan-kegiatan proses berpikir analitis dan kritis dalam mencari dan menjawab pertanyaan. Startegi Inkuiri lebih banyak memberikan pertanyaan kepada peserta didik. Sesuai dengan tujuannya untuk melatih berpikir analitis dna kritis.

Strategi inkuiri berbeda dengan kooperatif, strategi kooperatif merupakan strategi yang mengharuskan peserta didik belajar secara berkelompok untuk menemukan solusi dari problem. Metode yang sering dugunakan dalam strtategi ini yaitu Jigsaw. Tidak hanya di bangku sekolah, strategi ini juga tepat jika diterapkan di perguruan tinggi. peserta didik dilatih kompak dalam mengerjakan tugas secara berkolompok dan bertanggung jawab atas tugas-tugasnya. 

Dalam proses bealajar memiliki trik metode dan strategi. Guru juga harus open minded serta berwawaan luas. Peserta didik di zaman Guru masih kecil berbeda wawasanya dengan peserta didik di zaman sekarang. Guru juga harus melatih kemampuan dirinya dan membangun kelas supaya tetap hidup. Akan benyak lahir generasi intelektual hebat dari bangku kelas yang diajari Guru.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.