Membaca Masalah sebagai Langkah Pendewasaan

Namanya juga manusia, tidak ada yang terlepas dari masalah. Hidup serasa sesak, pikiran   mumet, beraktivitas pun terganggu. Kadang mulai mikir mengapa menjadi dewasa itu apa harus diterpa masalah? Ternyata masalah tidak hanya datang pada usia dewasa. Hidup di dunia pasti dihiasi masalah, kesedihan dan bahagia. Tak jarang pula masalah selalu dikaitkan dengan kesedihan dan kesulitan. Memahami masalah lebih mendalam, terdapat beragam argument dari berbeda dalam mendevinisikan masalah.

Devinisi masalah jika merujuk pada KBBI bermakna persoalan yang harus dicari-temukan solusinya. Dalam pemaknaan sederhananya masalah merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Harapan atau impian yang belum tercapai, dan kenyataan berkata lain. Seseorang ingin menikah dengan pacarnya namun kenyataannya tidak direstui, hal ini juga termasuk kategori masalah. Contoh lainnya, punya keinginan makan bakso goreng favorit namun budget  tidak memadai, itu pun juga termasalah masalah.

Read More

Pada dasarnya masalah datang karena pola pikir manusia. Penganggapan masalah atau keberkahan tergantung pola pikir yang menyimpulkannya. Dalam meghadapi persoalan hidup di dunia, dengan tujuan yang sama yakni kebahagiaan. Kebahagiaan akan muncul kalau kita mengerti tujuan hidup masing-masing. Biasanya kebahagiaan datang bersamaan dengan proses penerimaan. Menerima artinya bersyukur atas segala hal yang terjadi, namun bukan berarti menyerah dalam hidup. Anggapan positif melahirkan kejadian baik pada diri dan lingkungan.

Masalah itu Anugerah bukan Kutukan

Banyak diantara manusia bila mengalami masalah menggerutu atau berbahasa kasar dan bahkan mengutuk Tuhan (sebagai expresi kekecewaan). Kadang kita lupa, banyak orang sukses karena masalah, ia lulus menjawab persoalan pelik dalam hidupnya. Orang-orang demikian biasanya memiliki spirit yang menyala-nyala atau positive environment sebagai kekuatan utama.

Melihat orang sukses di bidangnya, sering membuat pemujian yang berlebihan, ingin menjadi tokoh ini dan itu. Sebut saja sosok Bill Gates dan Jack Ma, Bos perusahaan besar yang saat ini dikenal dunia. Mereka dikatakan salah satu tokoh sukses dengan kemampuan mendirikan perusahaan besar saat ini. Mayoritas penduduk dunia hampir mengenal dua tokoh ini. “Enak ya jadi Bill Gates atau jadi Jack Ma, udah punya perusahaan gede finansial terjamin.”

Kita sering lupa, dua tokoh Jack Ma dan Bill Gates juga memiliki masalah dan proses yang tidak mudah. Ingin menjadi kedua tokoh inim tentu harus mengalami proses yang tidak mudah “plek jadi.” Jack Ma dan Bill Gates juga memiliki masalah, dan mereka berhasil keluar atau menyelesaikan problem itu dengan hasil yang memuaskan.

Menjadi sukses perlu proses yang tidak mudah. Kebanyakan orang-orang sukses menjadi sukses karena masalah. Mereka mampu menaklukan masalah dan menjadikannya sebagai kesempatan bukan rintangan. Proses tial error sering dihadapi oleh orang-orang yang berkeinginan besar. Impian besar tidak menyulutkan mereka putus asa atau menyerah dengan keadaan. Masalah membuat mereka bertemu dengan keberuntungan sesuai impian.    

Self Healing dan Pola Pikir yang Terkontrol

Menghadapi masalah tidak hanya dengan satu cara. Masalah masing-masing orang tidak sama, termasuk juga dengan penyelesaiannya. Namun penganggapan terhadap masalah supaya terhindar dari keputus asaan penting dilakukan. Caranya dengan menganggap maslah sebagai kesempatan untuk meraih kesuksesan. Bertahan dan mencoba lagi atau trial eror. Pada akhirnya manusia akan menemukan kesuksesan hidupnya sendiri. Diantara kita tidak sama tujuan hidupnya namun berkeinginan hidup bahagia itu pasti.

Banyak langkah yang dapat kita lakukan untuk membentuk pribadi yang lebih kuat ( menghadapi masalah).  

Pertama, berhati-hati dalam mencari teman curhat. Banyak orang yang dalam menyelesaikan masalah hidupnya harus dengan kompromi terlebih dahulu. meminta masukan dari kelarga. Tean atau kenalan. Yang harus di garis bawahi, tidak semua orang memahami latar belakang masalah yang kita hadapi. Berhati-hati memilih teman curhat atau nasihat orang lain, Karena berpengaruh terhadap proses keputusan.

Kedua, Bersyukur atas kenyataan yang dihadapi. Ikhlas bukan berarti kita menyerah, masalah harus dihadapi, dan diselesaikan dengan cara yang baik. Ikhlas merupakan bentuk penerimaan kita terhadap takdir Tuhan seraya tetap semangat dalam menyelesaikan problem diri.

Ketiga, Mengenali waktu produktif diri. Dalam rentang waktu 24 jam, manusia bergerak beraktivitas sesuai perencanaannya. Diantara 24 jam ini ada waktu-wakt khusus dimana seseorang menajdi lebih bergairah atau bersemangat dalam melakukan sesuatu, misal membaca atau menulis atau menyelsaikan kerjaan. Dalam waktu tersebut biasanya tingkat kosentrasi meningkat. Masing-masing orang memiliki waktu produktif. Dari sekarang, yuk kenali waktu produktif kita.

Langkah-langkah self healing masing-masing orang berbeda, ada yang dengan mendengarkan musik hatinya menjadi tenang atau dengan melakukan hobby. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengisi kesempatan hidup dalam 24 jam. Sering juga masah datang tanpa mengenal waktu. Satu hal yang utama ialah meneyelamatkan diri salah satunya dengan menjaga pola piker. Masalah bisa menjadi kendala atau keberkahan, masalah juga bisa menjadi jalan kesuksesan atau hambatan. Tergantung pola pikir manusia yang menanggapinya.  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.