Menjadi Diri Sendiri

Masalah memang kerap membuat kita kalut, terpuruk, dan lebih-lebih tidak mengenali diri sendiri. Senang, sedih, dan gundah sering menyelimuti, kadang takut, kadang pula tidak demikian, entah apa yang terjadi. Namun, keadaan kadang memaksa untuk menekan segala gundah dan sedih agar tanpa tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa.

Read More

Persoalan hidup setiap orang berbeda-beda, masing-masing orang akan mengalami hal ini di setiap fasenya, pun juga saya. Namun, ada yang membandingkan kadar kerumitan masalah setiap masing-masing dengan mengelompokkannya ke dalam berbagai kategori, misal masalah yang lumrah, biasa, dan ada pula yang pelik. 

Katanya bila masalah dihadapi dengan tegar semua akan berlalu. Katanya lagi, bila kita tersenyum semua persoalan akan sirna. Benarkah begitu? Sesekali saya pernah memikirkan ini, bahwa masalah sering memusingkan kepala, overthinking yang berlebih hingga akhirnya menurunkan kesehatan. Jelas ini sangat merugikan, bukan? 

Bila mengalami masalah mungkin sering berfokus pada mencari kata-kata bijak yang menghibur diri. Namun, setelah itu masalah datang lagi dan mengganggu pikiran. Bagi saya ini fase yang menarik dan kerap menguras energi dan emosi. Ternyata, lokus pada masalahnya adalah ekspektasi dan ambisi yang berlebih menyebabkan hati kerap merasa gundah sehingga sulit menemukan diri sendiri

Lalu, apa yang bisa dilakukan? Untuk menetralisir keadaan perlu adanya penerimaan dengan penuh syukur. Jujur pada diri sendiri dengan menerima keadaan yang terjadi dan melalui setiap fase kehidupan dengan penuh keyakinan bahwa semua persoalan akan berlalu bila dihadapi dengan tenang. Suatu alternatif yang mungkin hanya ini yang bisa dilakukan. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.