Ragam Potensi Desa 

Pernah mendengar seseorang mengatakan kalimat menyindir ditujukan kepada anak desa yang baru datang ke kota, “Dasar anak udik. pantas saja kurang update.” Kalimat ini seakan merendahkan bahwa desa merupakan tempat yang jauh dari kesan modern, termasuk juga masyarakatnya. Desa yang merupakan tempat bermukimnya masyarakat ekonomi menengah kebawah, wilayah yang masih banyak sawah-sawah, tempat perkebunan, perikanan. Namun lokasinya tenang tidak sebising di kota.

Tak jarang masyarakat kota memilih liburan menikmati alam ke daerah pedesaan, menikmati hijaunya ladang pertanian, hutan, udara yang segar dan suara alam. Masing-masing wilayah memiliki panorama dan iklim berbeda. Di samping potensi alam tersebut, lokasi yang susah dan terjalnya jalan pedesaan membuat orang enggan atau malas berlalu lalang (baca: Mobilisasi), sebab medan yang sulit dilalui kendaraan. Itulah salah satu alasan mengapa desa masih jauh dari peradaban.

Kota merupakan tempat banyak orang beraktivitas, bertukar sapa dan sharing banyak hal. Kota juga dipandang sebagai suatu wilayah yang menjanjikan karir serta memperbaiki ekonomi diri dan keluarga. Tak ayal banyak masyarakat desa mulai merantau ke kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan wilayah lainnya. 

Harapan sukses terhindar dari kemiskinan menjadi alasan utama masyarakat desa hijrah ke kota. Ada banyak tawaran pekerjaan yang menguntungkan ada pula yang tidak demikian. Kampung halaman akhirnya ditinggalkan karena dipandang tidak memiliki potensi untuk memperbaiki ekonomi masa depan.

Membaca Potensi Desa

Benarkah desa tidak berpotensi memperbaiki ekonomi seseorang? Tanpa kita sadari, ramainya kota karena awalnya banyak orang desa yang melakukan aktivitas ekonomi di sana. Berjualan dan bekerja dengan menawarkan jasa apa saja yang dianggap dapat menghasilkan pundi-pundi uang.

Desa bukan tempat yang tidak bisa membuat kita bertahan. Ladang yang luas, potensi alam yang subur senyatanya adalah basis yang dapat dimanfaatkan. Pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, wisata, dan lainnya merupakan bentuk usaha yang bisa hidup di lingkungan desa. 

Air yang mengalir, udara yang bersih lagi menyehatkan karena produksi polusi yang minim, masyarakatnya yang ramah, dan lainnya adalah contoh perihal hidup di suatu desa.

Hanya di desa, pertanian perikanan, dan peternakan bisa tumbuh subur karena ladang hanya ada di lingkungan desa. Bila difungsikan dengan baik akan membuahkan hasil yang lumayan. Wisata adalah contoh lainnya, jika dioptimalkan akan menghasilkan keuntungan terutama bagi kas desa. Masyarakat mulai ramai berkunjung untuk menikmati alam, ini berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi seperti berjualan oleh masyarakat setempat. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.