Khutbah Jum’at tentang Penyejuk Hati

Panggonmaca-Hati memang selalu menjadi sorotan penting dalam kehidupan manusia. Banyak orang yang sering tergesa atau kurang kewaspadaan dalam menjalankan hidupnya, berakhir penyesalan, dan kegundahan. 

Materi tentang penyejuk hati yang disampaikan dalam khutbah Jumat membahas tentang cara merawat hati supaya tetap tenang dan menyejukkan. Sehingga dapat menghasilkan niat-niat yang baik, bukan sebaliknya. Jika hati seseorang kotor dan penuh dengan amarah maka yang keluar bukan lagi niat yang baik. 

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan serta umur panjang sehingga bisa kembali lagi menunaikan ibadah shalat Jumat pada hari ini, selaku Khatib yang masih fakir ilmu, tetapi ingin mengajak para jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, tabiin, dan kepada kita semua yang selalu mengharap syafaat di hari akhir nanti.

Banyak sekali kejadian atau fenomena yang terjadi pada saat ini yang berakibat akan keras dan kotornya hati. Perkembangnya era digitalisasi menimbulkan gaya hidup yang baru tetapi sumberdaya manusia dan edukasi yang rendah membuat manusia terjebak dalam zona membanding-bandingkan. 

Sebagaimana yang dilihat di media sosial seolah paling keren dan paling kekinian. Banyak orang menjadi kufur nikmat karena membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain dan dengan hal ini juga manusia nekat untuk memilih jalan pintas demi memenuhi nafsu yang sifatnya fana.

Tidak jarang pula ketika melihat orang lain berhasil, hati kita merasa tidak nyaman dan merasa tersaingi sehingga menimbulkan sifat iri, dengki, dan bisa saja suudzon kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan hati menjadi sempit dan tidak akan pernah mendapatkan ketenangan dalam hidupnya. Oleh karena itu, kita perlu memperbaiki hati  untuk mendapatkan ketenangan. Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma Nabi SAW, pernah bersabda.

”Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”

Sesungguhnya peran hati sangat penting dalam kehidupan, ia menjadi pusat dalam kehidupan manusia sehari hari. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merawat hati supaya tetap baik dan terjaga dari hal-hal yang bisa mengotorinya.

Pertama, selalu sertakan Allah di dalam kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari tentu banyak kejadian dan peristiwa yang terjadi pada diri maupun orang lain. Ketika Allah SWT dihadirkan dalam setiap langkah, maka kita bisa mengambil hikmah dari kejadian yang ditemui ini. Baik dan buruk suatu kejadian semuanya atas kehendak Allah SWT, tugas manusia adalah selalu menjaga prasangka baik kepada Allah SWT sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 28:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. 

Artinya, sumber ketenangan yang utama yakni dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kedua, mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan lawan yang sangat berat sebaimana yang dikatakan Nabi Muhammad SAW, selapas memenangkan perang badar. Nabi bersabda bahwa perang yang paling besar yaitu perang melawan hawa nafsu. 

Cara untuk mengendalikan hawa nafsu bisa dilakukan dengan cara berpuasa dan menahan diri dari hal-hal yang bisa memancingnya. Karena pada hakikatnya nafsu tidak bisa dihilangkan tetapi hanya bisa dikendalikan. Para Ulama sering menggambarkan nafsu ibarat seperi kuda atau kendaraan yang kemana ia akan melangkah ke jalan yang baik atau buruk tergantung pada kusir atau pengendalinya.

Ketiga, selalu bersikap baik kepada sesama manusia. Setelah banyak anjuran untuk berbuat baik kepada Allah, maka ada hal yang harus kita lakukan, yaitu berbuat baik kepada sesama manusia, hal ini merupakan keseimbangan antara hablu minallah dan hablu minannas. Cara ini dapat membimbing kita menjadi pribadi yang lebih baik, penolong, penyayang, suka berbagi, dan tidak sombong kepada sesama makhluk Allah, karena semua ini hanya titipan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.