Keutamaan Puasa Senin dan Kamis

Pernah merasa tidak nyaman atau merasa kurang sehat? Padahal sudah mencoba menyemangati diri tapi masih tetap saja kurang semangat. Apa penyebabnya? Salah satu alasannya karena mengamalkan  ‘puasa.’  Nah, tertarik mencari tahu informasi seputar puasa? Yuk, simak ulasan artikel di bawah ini.

Puasa adalah aktivitas menahan lapar dan haus dari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya. Dalam praktiknya, ada puasa wajib dan sunnah. Puasa wajib seperti puasa bulan Ramadhan. Ada pula puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis, merupakan solusi untuk menjaga kestabilan tubuh. 

Percaya atau tidak, berpuasa itu dapat menyehatkan tubuh manusia baik dari segi jasmani maupun rohani. Banyak yang sudah mengamalkan puasa hari Senin dan Kamis dan merasa hidupnya lebih nikmat. Misal diet dengan puasa atau untuk menjaga supaya terhindar dari penyakit lain seperti diabet, obesitas, lambung yang bermasalah, hal itu bisa diatasi dengan berpuasa. 

Puasa Senin dan Kamis merupakan bagian amalan yang mengandung banyak keutamaan yang dijanjikan kepada orang yang beribadah puasa. Di antara keutamaan-keutamaan berpuasa yaitu menjaga manusia dari perbuatan tercela yang disebabkan oleh nafsu diri. Nah itulah sebabnya mengapa manusia perlu puasa Senin dan Kamis agar bisa mengontrol diri dari nafsu tercela tidak bisa dihilangkan tapi bisa dikendalikan. Jadi, ketika kita puasa nafsu, akan lebih mudah dikendalikan. 

Kerap sekali setiap muncul problem dalam kehidupan manusia jika tidak dikelola dengan tepat seperti dihadapi dengan pikiran jernih tentu dapat berakibat buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 

Dalam diri manusia ada yang namanya nafsu. Nafsu bisa baik berimplikasi baik maupun buruk. Tergantung kepada orang yang mengontrolnya. Jika tidak dikontrol bisa berdampak tidak baik, seperti menginginkan materi secara berlebih dengan ambisi yang berdampak buruk pada orang lain.

Dalam suatu kisah Percakapan Allah dengan nafsu dalam kitab Tanbihul Ghafilin dan Durratun Nashihin, ketika Allah SWT menciptakan nafsu dan bertanya kepadanya (nafsu), “ Wahai nafsu menghadaplah kamu!”. Nafsu tidak menjawab, justru berdiam diri. 

Kemudian Allah berfirman lagi “Siapakah engkau wahai nafsu dan siapakah Aku?” maka nafsu menjawab “saya ya saya, kamu ya kamu” dengan angkuh dan sombong nafsu menjawab demikian sampai ditanya hingga tiga kali.

Karena kesombongan nafsu tersebut, Allah SWT kemudian memasukkannya ke dalam neraka selama seribu tahun lamanya. Setelah seribu tahun, kemudian diangkat, Allah bertanya lagi kepada nafsu, dan nafsu menjawabnya dengan jawaban yang tidak jauh berbeda. 

Akhirnya nafsu dimasukkan lagi ke dalam neraka selama seribu tahun, kemudian diangkat lagi dan ditanya lagi nafsu masih ngeyel dengan jawaban yang sama. Lalu Allah SWT memasukan nafsu ke dalam neraka selama seribu tahun lamanya yang di dalamnya tidak ada makanan dan minuman,  ketika diangkat nafsu dalam keadaan lemas dan ketika ditanya barulah nafsu menjawab “aku adalah hambamu dan engku adalah tuhanku”.

Dari kisah tersebut, para ulama kemudian mengambil kesimpulan bahwa nafsu tidak bisa dilawan kecuali dengan tidak dikasih makan itulah mengapa puasa bisa meredam hawa nafsu supaya bisa terkendali. Sebagai umat Islam, alangkah baiknya jika manusia belajar untuk meredam hawa nafsu yang dimiliki dengan amalan puasa. Waallahu a’lam.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.