Keseimbangan Antara Dunia dan Akhirat

Panggonmaca-Dunia merupakan tempat untuk bercocok tanam akan kebaikan, tempat kehidupan manusia. Sedangkan akhirat merupakan tempat untuk memanennya setiap pahala dari kebaikan yang diperbuat oleh manusia. Manusia dilahirkan ke dunia dan dihidupkan kembali di akhirat nanti. 

Kehidupan setelah mati disebut dengan kehidupan di akhirat. dunia dan akhirat merupakan dua bagian yang sama-sama penting untuk dipikirkan. Banyak manusia yang mengimpikan kehidupan bahagia di akhirat, tetapi jarang ada yang mengaplikasikan strategi atau upaya mewujudkan hal demikian. Yaitu dengan menjadi manusia baik yang taat pada Tuhan serta tidak menimbulkan keonaran. 

Read More

Terdapat salah satu riwayat yang disampaikan oleh Al Baihaqi; 

Artinya “Bekerjalah untuk duniamu seakan hidup selamanya dan bekerjalah akhiratmu seakan kamu akan mati esok.” 

Dari riwayat di atas, maka sudah jelas bahwa akhirat merupakan kehidupan yang kekal, materi untuk mencukupi kebutuhan dunia bisa dicari di esok hari, tetapi hal akhirat tidak bisa dicari jika ajal sudah tiba. Seluruh yang dimiliki, baik keluarga, harta benda, jabatan dan keluarga mereka semua hanya bisa mendoakan dari kejauhan dan tidak bisa menemani. Hanya amal kebaikan yang bisa menemani kita.

Manusia akan digolongkan menjadi empat bagian. Pertama, orang yang selamat di dunia tapi celaka I akhirat. Yaitu orang orang memiliki fasilitas yang melimpah semasa hidup di dunia tetapi tidak bersyukur kepada sang khalik yang menciptakan mereka, orang orang seperti ini termasuk golongan orang orang kufur.

Kedua, orang yang celaka di dunia tapi selamat di akhirat. Yaitu orang orang yang mungkin semasa hidup di dunia serba kekurangan dan kesusahan akan tetapi tidak menjadikan dirinya untuk tidak bersyukur dan taat beribadah kepada Allah SWT. 

Ketiga, orang yang celaka di dunia dan celaka di akhirat. Yaitu orang-orang yang semasa di dunia ditimpa kesusahan tetapi tidak mau bersabar dan malah murka kepada Allah SWT menganggap bahwa tuhan tidak adil, merasa tidak cukup dengan apa yang telah Allah berikan sehingga menjadi alasan untuk tidak taat kepada Allah SWT.

Keempat, orang yang selamat dunia dan akhirat. Yaitu orang yang diberikan rezeki oleh Allah SWT tapi tidk membuatnya menjadi lalai dan bahkan menjadikannya semakin bersemangat dalam beribadah dan membantu sesama. Begitu pula dengan harta dunia yang dimiliki tidak membuatnya sombong dan takabur. Inilah yang menjadi harapan kita bersama yaitu  menjadi umat manusia yang selamat di dunia dan akhirat.

Kehidupan di dunia seperti dalam tarikan nafas, begitu singkat dan tidak dapat ditebak. Berbeda dari kehidupan akhirat yang kekal, oleh karena itu dunia harus dijadikan jembatan agar bisa selamat di dalam kehidupan akhirat kelak. 

Kehidupan dunia dan akhirat masing-masing memiliki porsi dan ruang. Agar dapat selamat di dalam kehidupan dunia dan akhirat, manusia harus memiliki bekal yang cukup, yaitu kebaikan. Allah SWT sudah memberi tahu kita melalui firma-Nya dalam Al-Qur’an surat Al- Baqarah (Ayat 197);

“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik baiknya bekal adalah Taqwa”. 

Jadi, bekal yang harus dipersiapkan adalah takwa. Maksudnya ketaatan kepada Allah SWT. Menjadi hamba yang patuh pada syariat agama sebagaimana akhlak terpuji nabi Muhammad SAW.

Agar kehidupan dunia dan akhirat dapat diraih, manusia harus menjadi sosok yang sabar, kuat, dan teguh pendirian, dan penuh syukur akan segala ketetapan Allah. Takdir yang harus dijalankan, meskipun kadang pahit terasa, tetapi bila kita berhasil melaluinya, akan ada banyak keberkahan dan kebaikan Allah datang kepada kita. Jika kita ingin selamat di dunia dan akhirat maka jalan satu satunya adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.